Tampilkan postingan dengan label elektronika dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elektronika dasar. Tampilkan semua postingan

23/05/2013

Atom dan Elektron

Atom dan Elektron Jika kita potong-potong suatu benda padat, misalnya tembaga, menjadi bagian-bagian yang selalu lebih kecil, pada akhirnya kita dapatkan suatu atom. Kata atom berasal dari bahasa Yunani dan berarti “tidak dapat dibagi”. Dalam beberapa waktu kemudian barulah dapat ditemukan buktinya melalui percobaan, bahwa benda padat tersusun atas atom. Dari banyak hasil percobaan ahli fisika seperti Rutherford dan Bohr menarik kesimpulan, bahwa suatu atom harus tersusun mirip seperti sistim tata surya kita (gambar 1.1)

.  

Gambar 1.1 Model sistim tata surya 
Dari gambaran model ini atom terdiri atas matahari sebagai inti atom dan disekitar inti pada lintasan berbentuk lingkaran atau ellips beredar planet sebagai elektron-elektron. Elektron-elektron pada kulit terluar disebut elektron valensi, mereka terletak paling jauh dari inti dan oleh karena itu paling baik untuk dipengaruhi dari luar.



Elektron-elektron paling luar inilah yang menjadi titik tolak prinsip dasar adanya arus listrik dan selanjutnya menjadi dasar bagi pemahaman prinsip dasar dan cara kerja komponen elektronika. Uraian tentang atom dan elektron di atas memang sangat singkat. Bagi yang berminat mempelajari lebih lanjut silahkan mencari di sumber-sumber lain yang banyak ditemukan baik di buku-buku maupun halaman-halaman web.

Atom dan Elektron adalah titik awal memahami proses dan cara kerja listrik dan elektronika.

Contoh Download File klik disini

21/05/2013

Tahanan Listrik dan Besaran-Besarannya

Tahanan listrik R Tahanan dan nilai hantar  Tahanan R Tahanan suatu kawat penghantar listrik adalah penghambat bagi elektron-elektron pada saat pemindahannya.Tahanan ini bergantung pada beban ( susunan atom, elektron bebas ), panjang, luas penampang dan temperatur dari suatu kawat penghantar listrik. Satuan 1 ohm ( 1  ) omega  Nilai hantar G Suatu kawat penghantar dengan tahanan kecil, maka kawat tersebut akan menghantar arus listrik dengan baik kawat tersebut memiliki nilai hantar yang besar. Nilai hantar = G = TAHANAN Akan bertambah besar Makin panjang suatu penghantar dan makin kecil luas penampangnya, maka material tersebut akan semakin buruk sebagai penghantar TAHANAN Akan bertambah kecil Makin berkurangnya panjang suatu penghantar dan makin besar luas penampangnya maka material tersebut semakin baik sebagai penghantar Tahanan suatu penghantar tergantung kepada tahanan jenis suatu material, panjang dan luas penampang. Tahanan jenis  Tahanan jenis adalah tahanan suatu penghantar pada panjang penghantar 1 m dan luas penampang 1 mm2 dan pada keadaan temperatur 200. Satuan = Perhatikan nilai  pada tabel :  dapat bervariasi di dalam hal berikut : Dalam jenis pengerjaan ( Giling, tarik, tuang ) Dalam keadaan murni, Dalam keadaan panas, sebelum dan sesudah pemakaian. Hantar jenis (  ) Hantar jenis =  = Satuan : Menghitung tahanan dan nilai hantar Tahanan Listrik suatu penghantar Hubungan tahanan dengan : Panjang, luas penampang dan material ( dengan keadaan : temperatur konstan mis : 200 C.