26/06/2013

Lagkah-Lagkah Perekaman Oleh Rahmadiyah Perwati X.TAV.A

Alat- Alat yang disiapkan  Sebelum Perekaman


  1. Mikrofon
  2. Laptop
  3. Speaker
  4. Mixer
  5. Amplifier





Recording


Recording adalah tahap awal dari perekaman, Recording  merupakan lagkah pengambilan suara.
Alat yang di gunakan untuk Recording yaitu Mikrofon.
Saat perekaman suasana di dalam ruangan harus tenang, agar pada saat Recording suara yang tidak inginkan tidak ikut masuk dalam pengambilan suara.
Sebelum melakukan Recording, kita harus sudah menyiapkan Sound yang di inginkan.
Agar pada saat perekaman Tidak terjadi kesalaha.


Mixing


Mixing adalah tahap menengah atau tahap lanjutan.
Pada Lagkah mixing akan dilakukan mencampuran Sound agar menjadi satu.
dan kita juga bisa meghapus Soud Atau menambahkan Sound yang di inginkan dengan menggunakan software Cool Edit Pro.
Alat yang di gunakan pada tahap ini yaitu Mixer, yang berfungsi sebagai pengabung suara.


Mastering


Mastering adalah tahap akhir dalam perekaman.
Mastering dilakukan agar suara terdengar lebih baik lagi.
Alat yang digunakan dalam Mastering yaitu Amplifier.

25/06/2013

PENGUAT TRANSISTOR SATU TINGKAT-NIXKEN WULANDARI TEKNIK AUDIO VIDIO

PENGUAT TRANSISTOR SATU TINGKAT
Dalam sistem penguat transistor kelas A bahwa arus akan mengalir melalui transistor dan sinyal masukannya akan menyebabkan arus ini semakin besar maupun semakin mengecil, arus pada kolektor akan mengalami perubahan sinyal sehingga akan membangkitkan sinyal tegangan R3 pada kolektor yang titik kerja tegangan kolektor adalah tegangan DC, merupakan suatu nilai yang kemungkinan sinyal keluarannya sama besar kearah positif maupun negatif.
Tujuan utama pemberian bias pada komponen-komponen (R1,R2,R3) mendapatka titik kerja transistor dan menjaga keadaannya agar tetap stabil. Kestabilan sangatlah penting karena akan ada beberapa faktor yang akan menyebabkan titik kerja transistor berubah-ubah. Pada transistor dari bahan silikon yang paling penting adalah perubahan pengeluaran pada bagian arus (hfe), perubahan nilai arus ini antara 50-500. Didalam suatu rangkaian akan mendapatkan kestabilannya apabila nilai tegangan R1 dan R2 arus akan mengalir lebih besar dibandingkan arus yang mengaliar pada kaki basis transistor, Resistor-resistor itu berfungsi untuk membagi sumber tegangan bila arus basis kita abaikan sehingga kita dapat menghitung VB =     R2     x VCC
                (R1+R2)
Karena tegangan basis tetap maka arus yang mengalir pada transistor juga bernilai tetap maka kita bisa dapat memberikan titik kerja VC. Dalam sistem operasinya rangkaian seri dibawah ini merupakan suatu contoh umpan balik  negatif.
    Dengan itu kita bisa memberikan sumber sinyal masukan AC dan sumber sinyal keluaran AC kita harus mengkopel rangkaian terlebih dahulu tanpa merusak sinyal level DC-nya, Keadaan seperti ini kita dapat memperoleh dengan menggunakan capasitor C1 dan C2 yang merupakan kapasitor elektrolit sebesar 10 mikrofarat sehingga rangkaian tersebut dapat memperkuat frekuensi-frekuensi level rendah. Sedangkan C3 merupakan kapasitor kopling Balik (decopling kapasitor) yang tidak ada sinyal AC muncul pada  bagian emitor, sehingga pada rangkaian akan mengecil.Karena RBE sangat rendah maka C3 harus sebesar 100 mikrofarat.

     kerusakan Pada resistor
Apabila R1 dalam keadaan terbuka maka, arus yang mengalir pada R2 dan Basis =0. Peristiwa ini terjadi karena tersumbatnya transistor sehingga VB dan VE sebesar 0 volt, sehingga tidak adalah arus colektor ( Ic)  yang mengalir ,tegangan yang melintasi pada RC=R3 sebesar 0 volt dan tegangan pada kolektor itu sebesar tegangan sumber Vcc.

14/06/2013

Rangkaian Runing Led

       Rangkaian Runing Led adalah sebuah rangakaian yang memiliki Output dengan kondisi logikanya berpindah secara berurutan (dari output pertama ke output terakhir dan kembali lagi ke output pertama, secara terus menerus) dan kecepatan perpindahan logikanya tergantung dengan clock (Timer). Semakin cepat Clock yang di berikan maka semakin cepat pula perpindahan logika yang terjadi begitu juga dengan sebaliknya.
        Rangkaian ini di sebut Runing Led, di karenakan semua led yang di pasang secara berurutan akan menyala secara bergantian. Dalam rangkaian runing led ini, terdapat sebuah rangkain multivibrator yang berfungsi sebagi clock atau timer yang akan menentukan kecepatan perubahan logika pada output-output rangkaian runing led ini. Secara detail variable resistor atau potentiometer pada rangkain multivibrator ini lah yang menjadi pengatur kecepatan perpindahan logika pada output rangkain runing led ini.
       Tanpa menggunakan rangkaian multivibrator sebenarnya rangkaian runing led tersebut masih bisa berfungsi, dengan catatan untuk membuat led menyala secara bergantian kita harus melepas dan menghubungkan secara terus menerus rangkaian runing led ini. Untuk lebih jelas, pada saat pertama kita menghubungkan rangkaian runing led tanpa rangkaian multivibrator ini dengan sumber tegangan maka led di di output pertama akan menyala, dan setelah menyala kita lepas sumber tegangan kemudian pasang kembali maka led di output akan menyala begitu juga untuk seterusnya, sampai ke output terakhir maka akan kembali lagi ke output pertama lagi yang akan menyala. jadi rangkaian multivibrator ini berfungsi sebagai clock pada rangkaian runing led.
       Sekian pengetahuan saya tentang rangkaian runing led, semoga bermanfaat :D.